Hari-hari berlalu tanpa rengekan sang buah hati, nggak ada yang ngangguin kalau kita mau tidur, mau jalan-jalan atau mau ngapain aja.Kedengarannya suasana yang menyenangkan. Tapi apa pelak ternyata sang Badrun malah merasa ada sesuatu yang hilang,kesepian melanda. Jalan-jalan hanya sebuah pelampiasan.
Kalau sudah begini apapun yang berbau orang rumah menjadi begitu berarti, termasuk teri kacang dari Ibunya anak-anak.Apalagi segala makanan yang masuk ke rongga mulut kayak orang hutan yang tersesat di kota besar,nggak jelas mau di sudut lidah yang mana harus dirasa.
Yaachh,.. sang teri kacanglah yang begitu berperan untuk mendorong makanan masuk ke tempat semestinya.
Terimakasih ma,..atas teri kacang-nya.
Friday, May 30, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment