Ketertarikan seorang Badrun pada entrepreneur mendorong ia minta tolong mbah google untuk mencari artikel tentang entrepreneur. Dengan kata kunci “wirausaha” kemudian ia menemukan eramuslim sebuah web yang banyak berisi artikel tentang islam dan konsultasi bisnis yang di asuh oleh Bp Zaenal Abidin. Sejak itu Badrun menjadikan eramuslim sebagai web yang wajib dikunjungi,kemudian Badrun memberanikan diri untuk konsultasi dengan Pak Zaenal, ia bertanya apa yang harus ia lakukan untuk menjadi lebih baik apakah harus kuliah atau memulai wirausaha? Yaachhh,.. Badrun memang lagi bingung karena sudah 7 tahun Badrun menjalani rutinitas menjadi buruh pabrik pergi pagi pulang petang penghasilan mpot-mpotan. Dari lubuk hati yang paling dalam Badrun merasa yakin bahwa ia bisa menjadi lebih baik dari apa yang sudah ia capai saat ini.Akhirnya Badrun memutuskan untuk kuliah, karena ia bingung harus mulai dari mana untuk berwirausaha. Tiga tahun sudah Badrun menjalani rutinitas baru, pagi menjadi buruh dan malam jadi mahasiswa.Pernah juga badrun merasa bosan dan pengin mundur kuliah namun nasehat sederhana dari seorang teman membuat ia bersemangat untuk tetap terus kuliah.” Kuliah adalah bonus bagi kita” yaachh… kalimat itulah yang mendorongnya untuk tetap kuliah.Dulu waktu baru lulus SMA ia pengin banget jadi mahasiswa namun tidak kesampaian.
Meskipun ia memutuskan untuk kuliah namun ketertarikan pada wirausaha tidak pernah pudar, berawal ketika lagi lagi browsing di eramuslim ia ketemu tulisan Pak Firdaus HM (kalo nggak salah,..)tentang Tangan Diatas.Yang pertama terlintas di pikirannya, TDA adalah lembaga sosial yang suka memberi bantuan kepada korban bencana atau orang – orang yang membutuhkan. Kemudian ia coba cari tahu tentang TDA, kemudian nyangkut di blognya Pak Hadi Kuntoro, Pak Eko June, Pak Faif Pak Roni,Bu Doris dan member-member TDA yang lain. Tulisan – tulisan beliau-beliau ini bener bener jadi santapan bergizi bagi seorang Badrun.Tulisan Pak Faif yang sangat dalem, Pak Hadi yang sangat hormat sama ibunya,Pak Roni yang seneng berbagi ilmu, Pak Eko June yang sangat sederhana dan Ibu Doris yang sangat trengginas.Waaahhh… bener-bener sekumpulan orang – orang hebat.Badrun seperti menemukan sesuatu yang selama ini ia cari-cari.
Tulisan Pak Hadi yang mengatakan ”Andaikan semua harta yang kita punya kita serahkan kepada Ibu kita itu tidak akan cukup untuk membayar hutang kita kepada Ibu” benar – benar mengena di hati seorang Badrun. Maka ia memberanikan diri mengajukan pinjaman ke Koperasi Astra untuk bisa memenuhi keinginan ibunya yang pengin merenovasi rumahnya yang sudah mulai lapuk.Bahagia sekali rasanya Badrun bisa melakukan hal itu.Kemudian tulisan Pak Roni yang suka berbagi ilmu telah memberikan inspirasi bagi seorang Badrun Untuk bisa berbagi dengan apa yang ia punya. Setiap berangkat ke pabrik ia naik motor selama ini tidak pernah menengok kiri – kanan, berkat tulisan Pak Roni ia jadi punya langganan yang ia ajak bareng untuk mbonceng motor ketika berangkat kerja ke pabrik. Kebetulan lokasi pabriknya berdekatan, padahal Badrun tidak tahu siapa nama langganannya itu, yang ia tahu bahwa ia butuh untuk tumpangan untuk bernagkat ke Pabrik tempat ia bekerja.
Ada sebuah pengalaman menarik ketika suatu pagi langganan Badrun menunggu di pangkalan ojek.Tiba – tiba Badrun disamperin tukang ojek dan dibentak ” Heee...besok sekalian mangkal di sini yaaa...!”. Badrun kemudian menyarankan kepada langganannya untuk menunggu agak jauh dari pangkalan ojek. Namun tidak tahu mengapa sejak itu Badrun malah jadi jarang ketemu sama langganannya itu. Badrun merasa ada yang hilang dari hidupnya,..............
Itulah sekelumit cerita tentang manfaat dahsyat... yang di dapat seorang Badrun sejak ketemu dengan komunitas TDA.Semoga ke depan Badrun bisa mewujudkan impiannya lewat TDA Comunnity.
Ammiiinn.....!
Friday, January 11, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)



