Saturday, May 31, 2008

Osaka Castle


Sabtu, 31 Mei 2008 mumpung hari libur.

Kesempatan mengunjungi negeri Sakura belum tentu setahun sekali.
mumpung ada kesempatan hari ini Badrun ingin melihat Osaka Castle,perjalanan dimulai dari Abiko station naik subway. Rencana hari ini akan melakukan perjalanan seharian, jadi mending beli one day pass. Oya ramalan semalem katanya hari ini hujan jadi mesti siap-siap bawa payung.Ternyata bener begitu keluar sebentar sudah mulai gerimis.

Sistem transportasi massal memang sudah bagus jadi sebagaian besar orang yang beraktifitas memakai jasa kereta api untuk bepergian. Toleransi juga begitu di jaga, jadi nggak ada orang merokok di dalam kereta.

Oke setelah dua kali ganti kereta akhirnya sampai juga di Osaka Castle, ternyata Osaka Castle merupakan salah satu peninggalan budaya Jepang yang sudah cukup berumur.Sejarah bangsa Jepang pada masa lalu dan bagaimana sejarah pembangunan Osaka Castle bisa kita lihat dari sebuah slide dan ada peninggalan pakaian dan benda-benda pada masa kekaisaran saat pembangunan Castle Tersebut.

Friday, May 30, 2008

Nikmatnya Teri Kacang

Hari-hari berlalu tanpa rengekan sang buah hati, nggak ada yang ngangguin kalau kita mau tidur, mau jalan-jalan atau mau ngapain aja.Kedengarannya suasana yang menyenangkan. Tapi apa pelak ternyata sang Badrun malah merasa ada sesuatu yang hilang,kesepian melanda. Jalan-jalan hanya sebuah pelampiasan.

Kalau sudah begini apapun yang berbau orang rumah menjadi begitu berarti, termasuk teri kacang dari Ibunya anak-anak.Apalagi segala makanan yang masuk ke rongga mulut kayak orang hutan yang tersesat di kota besar,nggak jelas mau di sudut lidah yang mana harus dirasa.

Yaachh,.. sang teri kacanglah yang begitu berperan untuk mendorong makanan masuk ke tempat semestinya.

Terimakasih ma,..atas teri kacang-nya.

Tuesday, May 27, 2008

AOTS Moment

Senin 27 Mey 2008, akhirnya sampai juga langkah kaki sang Badrun ke negeri Sakura, sebuah negeri dengan budaya kehidupan sosial yang tinggi. Hari pertama sang Badrun menginjakan kakinya dinegeri Sakura, sang Badrun dengan sedikit ragu mencoba menyusuri jalan disekitar tempat pelatihan. Lalu lalang orang sibuk dengan jalan kaki dan bersepedasebuah fenomena kehidupan yang penuh dengan keteraturan. Tidak ada satu orang pun di sepanjang jalan yang ditemui sang Badrun orang melanggar rambu lalu lintas baik para pejalan kaki, yang bersepeda maupun yang naik mobil.Tidak ada polisi cepek.Jalanan sangat bersih dari sampah udara juga terasa bersih meski udara terasa agak kering.Selama dalam perjalanan dari Singapore ke Osaka sang badrun cukup terkesima dengan sikap sang pramugari yang begitu care dengan kerepotan salah seorang penumpang, seorang Ibu muda dengan 2orang anak yang masih balita. Ibu muda itu kelihatannya cukup report karena kedua buah hatinya{kayaknya sih...}namun sang pramugari dengan sabar ikut berusaha menenangkan sang anak anak yang terys merengek, mungkin karena kecapaian.Pramugari dengan sabar berusaha agar anak sang Ibu muda bisa berhenti menangis dengan menggendongnya dan memebrinya susu.Sang Badrun bertanya dalam hati mungkinkah sikap sang pramugari bisa dijumpai dinegeri tercinta Indonesia? semoga bisa, gumam sang Badrun dalam hati

Ini adalah kalipertama sang badrun ke other country, semoga perjalanan ini bisa bermanfaat bagi sang badrun di masa mendatang